Saat kita memakan sesuatu tentu indera kita akan mulai mengenali
rasa yang dihasilkan oleh makanan yang kita makan tersebut. Apakah itu manis?
atau asin? atau masam? ataukah pahit? Hmm .. sebenarnya apa sih yang membuat
makanan itu bisa mempunyai rasa seperti asam, asin atau pahit?
Rasa asam terkait dengan
suatu zat yang dalam ilmu kimia digolongkan sebagai asam. Semua bahan yang
mempunyai rasa asam memang mengandung asam, contohnya: cuka mengandung asam
asetat, jeruk nipis mengandung asam sitrun. Rasa pahit terkait dengan bahan
lain yang digolongkan sebagai basa. Namun tidak semua yang pahit merupakan
basa. Contoh basa dalam kehidupan sehari-hari yaitu kapur sirih. Jika basa
dicampur dengan asam maka kedua zat itu saling menetralkan, sehingga sifat asam
dan basa dihilangkan. Hasil reaksi antara asam dan basa kita sebut garam yang
berasa asin.
Sifat asam, basa atau netral suatu larutan dapat diidentifikasi
dengan menggunakan suatu indikator. Kita dapat mengenali asam dan basa dari
rasanya. Namun, kita dilarang mengenali asam dan basa dengan cara mencicipi
karena cara tersebut bukan merupakan cara yang aman. Berikut ini adalah
penjelasan tentang sifat asam, basa dan garam :
Kata ”asam” berasal dari
bahasa Latin “acidus” yang berarti masam. Asam adalah zat(senyawa) yang
menyebabkan rasa masam pada berbagai materi.
Secara umum senyawa asam
memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.
Mempunyai rasa asam
2.
Dapat merubah warna indikator misalnya kertas lamus biru menjadi
merah
3.
Bersifat korosif terhadap logam
4.
Dapat menghantarkan listrik (konduktor)
5.
Jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion hydrogen (H+)
6.
Memiliki nilai pH (derajat keasaman) kurang dari 7
7.
Semakin kecil nilai pH suatu zat maka semakin kuat sifat
keasamannya.
Berdasarkan asal terbentuknya,asam dapat dibedakan menjadi
dua yaitu asam organik dan asam mineral.
1. Asam organik
Asam organik adalah asam-asam yang
diperoleh secara alami dalam hewan dan tumbuhan. Berbagai tumbuhan dapat
menghasilkan asam-asam. Contoh:
a) Asam sitrat adalah senyawa yang
menyebabkan rasa masam pada buah jeruk dan buah lemon.
b) Asam maleat adalah senyawa yang
menyebabkan rasa masam pada buah apel dan buah pir.
Selain terdapat dalam berbagai buah dan sayuran, asam
organik juga terdapat dalam berbagai hewan, bahkan tubuh manusia. Contoh:
a) Sengatan lebah akan terasa sakit di
kulit, karena mengandung asam.
b) Di dalam lambung juga dihasilkan
asam klorida (HCl) untuk mencerna makanan.
Asam mineral adalah asam yang
diperoleh dari mineral. Contohnya:
a. Asam sulfat (H2SO4)
b. Asam Klorida (HCl)
c. Asam nitrat ( HNO3)
d. Asam Fosfat ( H3PO4)
Basa adalah zat(senyawa) yang dapat beraksi dengan asam,
menghasilkan senyawa yang disebut garam. Basa adalah zat-zat yang dapat
menetralkan asam. Secara kimia, asam dan basa saling berlawanan. Basa yang
larut dalam air disebut alkali. Jika zat asam menghasilkan ion hidrogen (H+)
yang bermuatan positif, maka dalam hal ini basa mempunyai arti sebagai berikut.
Basa adalah zat yang jika di larutkan dalam air akan menghasilkan ion hidroksida
(OH-)
Secara umum senyawa basa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Mempunyai rasa pahit
- Terasa licin jika terkena air,
misalnya sabun
- Dapat menghantarkan arus
listrik (konduktor)
- Jika dilarutkan ke dalam air
menghasilkan ion hidroksida (OH)
- Bersifat kaustik artinya dapat
merusak kulit
- Dapat merubah warna indikator
kertas lakmus merah menjadi biru
- Memiliki pH lebih dari 7
- Semakin besar nilah pH suatu
zat maka semakin kuat derajat kebasaanya.
Garam adalah suatu senyawa yang terbentuk dari reaksi antara asam
dan basa. Reaksinya disebut reaksi netralisasi. Garam yang dihasilkan dari
reaksi ini dapat bersifat asam, bersifat basa, maupun bersifat netral. Berdasarkan
sifatnya, garam dibedakan menjadi 3 macam, yaitu garam netral, garam asam dan garam
basa.
1.
Garam Netral, merupakan garam yang terbentuk dari basa kuat
dengan asam kuat. Contoh: NaCl, KCl, K2SO4, NaNO3,
MgSO4, KBr, NaBr, dan lain-lain
2.
Garam Asam, merupakan garam yang terbentuk dari basa lemah
dan asam kuat. Contoh: NH4NO3, NH4Cl, (NH4)2SO4 dan
lain-lain.
3.
Garam Basa, merupakan garam yang terbentuk dari basa kuat dengan
asam lemah. Contoh: NaCN, CH3COONa, K2CO3,
KCN, KF, BaCO3 dan lain-lain.
Untuk mengetahui suatu larutan bersifat asam atau basa, salah
satunya dapat menggunakan indikator asam basa. Indikator asam- basa adalah zat
yang mengalami perubahan warna dalam larutan dengan sifat yang berbeda.
Indikator asam-basa ada yang berupa indikator alami dan indikator buatan.
1.
Indikator Buatan
Kertas lakmus yang terdiri dari lakmus merah dan
lakmus biru merupakan contoh dari indikator buatan. Dalam larutan asam, lakmus
biru berubah warnanya menjadi merah, sedangkan lakmus merah tetap merah. Dalam
larutan basa, lakmus merah berubah warnanya menjadi biru, sedangkan lakmus biru
tetap biru. Jika ke dalam suatu larutan kita masukkan kertas lakmus merah atau
lakmus biru dan ternyata tidak terjadi perubahan warna kertas lakmus, maka
larutan tersebut bersifat netral.
2.
Indikator alami
Indikator alami merupakan indikator yang berasal
dari bahan ala m. Contohnya kunyi, bunga sepatu, daun bayam merah dan daun
kubis ungu.
Untuk lebih jelasnya
lagi bisa lihat video ini !