Belajar Era Digital

Pada era digital manusia tak terbatasi ruang dan waktu sehingga bisa belajar kapanpun dan darimanapun di dunia maya.

Universitas Negeri Yogyakarta

Universitas Negeri Yogyakarta disingkat UNY, merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang terletak di Yogyakarta, Indonesia.

Sains

Ilmu alam atau ilmu pengetahuan alam (bahasa Inggris: natural science) adalah istilah yang digunakan yang merujuk pada rumpun ilmu di mana obyeknya adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, berlaku kapan pun dan di mana pun.

Kegiatan Laborratorium

Kegiatan Laboratorium sering sekali diidentikan dengan sains atau pengujian secara ilmiah.

Laboratorium

Kegiatan sains identik dengan kegiatan-kegiatan yang berada di dalam laboratorium.

Selasa, 18 April 2017

HUKUM HOOKE

Agar tubuh sehat, kita harus rajin untuk berolahraga salah satunya adalah dengan menggunakan tummy trimmer.



ketika kita menggunakan alat tersebut ketika kita menarik pegas maka terasaseolah-olah pegas menarik kita. Peristiwa tersebut merupakan contoh penerapan Hukum Hooke. Hukum Hooke merupakan hukum yang menyatakan hubungan antara gaya yang bekerja pada pegas dan pertambahan panjang pegas.

Bunyi Hukum Hooke ialah “Jika gaya tarik yang diberikan pada sebuah pegas tidak melampaui batas elastis bahan maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus/sebanding dengan gaya tariknya”.

Untuk lebih jelasnya  lihat video berikut ! ☺




Berikut simulasi dari Hukum Hooke :




Lakukan simulasi percobaan Hukum Hooke dengan panduan LKPD 1. Hukum Hooke berikut ini :




Setelah kamu mempelajari Hukum Hooke marilah kita berlatih mengerjakan soal latihan berikut ini :

ASAM BASA DAN GARAM

Saat kita memakan sesuatu tentu indera kita akan mulai mengenali rasa yang dihasilkan oleh makanan yang kita makan tersebut. Apakah itu manis? atau asin? atau masam? ataukah pahit? Hmm .. sebenarnya apa sih yang membuat makanan itu bisa mempunyai rasa seperti asam, asin atau pahit?


Rasa asam terkait dengan suatu zat yang dalam ilmu kimia digolongkan sebagai asam. Semua bahan yang mempunyai rasa asam memang mengandung asam, contohnya: cuka mengandung asam asetat, jeruk nipis mengandung asam sitrun. Rasa pahit terkait dengan bahan lain yang digolongkan sebagai basa. Namun tidak semua yang pahit merupakan basa. Contoh basa dalam kehidupan sehari-hari yaitu kapur sirih. Jika basa dicampur dengan asam maka kedua zat itu saling menetralkan, sehingga sifat asam dan basa dihilangkan. Hasil reaksi antara asam dan basa kita sebut garam yang berasa asin.

Sifat asam, basa atau netral suatu larutan dapat diidentifikasi dengan menggunakan suatu indikator. Kita dapat mengenali asam dan basa dari rasanya. Namun, kita dilarang mengenali asam dan basa dengan cara mencicipi karena cara tersebut bukan merupakan cara yang aman. Berikut ini adalah penjelasan tentang sifat asam, basa dan garam :
  • ASAM
Kata ”asam” berasal dari bahasa Latin “acidus” yang berarti masam. Asam adalah zat(senyawa) yang menyebabkan rasa masam pada berbagai materi.
Secara umum senyawa asam memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.      Mempunyai rasa asam
2.      Dapat merubah warna indikator misalnya kertas lamus biru menjadi merah
3.      Bersifat korosif terhadap logam
4.      Dapat menghantarkan listrik (konduktor)
5.      Jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion hydrogen (H+)
6.      Memiliki nilai pH (derajat keasaman) kurang dari 7
7.      Semakin kecil nilai pH suatu zat maka semakin kuat sifat keasamannya.
Berdasarkan asal terbentuknya,asam dapat dibedakan menjadi dua yaitu asam organik dan asam mineral.
1.     Asam organik
Asam organik adalah asam-asam yang diperoleh secara alami dalam hewan dan tumbuhan. Berbagai tumbuhan dapat menghasilkan asam-asam. Contoh:
a)     Asam sitrat adalah senyawa yang menyebabkan rasa masam pada buah jeruk dan buah lemon.
b)     Asam maleat adalah senyawa yang menyebabkan rasa masam pada buah apel dan buah pir.
Selain terdapat dalam berbagai buah dan sayuran, asam organik juga terdapat dalam berbagai hewan, bahkan tubuh manusia. Contoh:
a)     Sengatan lebah akan terasa sakit di kulit, karena mengandung asam.
b)     Di dalam lambung juga dihasilkan asam klorida (HCl) untuk mencerna makanan.
2.         Asam Mineral
Asam mineral adalah asam yang diperoleh dari mineral. Contohnya:
a.      Asam sulfat (H2SO4)
b.     Asam Klorida (HCl)
c.      Asam nitrat ( HNO3)
d.     Asam Fosfat ( H3PO4)
  • BASA
Basa adalah zat(senyawa) yang dapat beraksi dengan asam, menghasilkan senyawa yang disebut garam. Basa adalah zat-zat yang dapat menetralkan asam. Secara kimia, asam dan basa saling berlawanan. Basa yang larut dalam air disebut alkali. Jika zat asam menghasilkan ion hidrogen (H+) yang bermuatan positif, maka dalam hal ini basa mempunyai arti sebagai berikut. Basa adalah zat yang jika di larutkan dalam air akan menghasilkan ion hidroksida (OH-)
Secara umum senyawa basa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Mempunyai rasa pahit
  2. Terasa licin jika terkena air, misalnya sabun
  3. Dapat menghantarkan arus listrik (konduktor)
  4. Jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion hidroksida (OH)
  5. Bersifat kaustik artinya dapat merusak kulit
  6. Dapat merubah warna indikator kertas lakmus merah menjadi biru
  7. Memiliki pH lebih dari 7
  8. Semakin besar nilah pH suatu zat maka semakin kuat derajat kebasaanya.
  • GARAM
Garam adalah suatu senyawa yang terbentuk dari reaksi antara asam dan basa. Reaksinya disebut reaksi netralisasi. Garam yang dihasilkan dari reaksi ini dapat bersifat asam, bersifat basa, maupun bersifat netral. Berdasarkan sifatnya, garam dibedakan menjadi 3 macam, yaitu garam netral, garam asam dan garam basa.
1.              Garam Netral, merupakan garam yang terbentuk dari basa kuat dengan asam kuat. Contoh: NaCl, KCl, K2SO4, NaNO3, MgSO4, KBr, NaBr, dan lain-lain
2.              Garam Asam, merupakan garam yang terbentuk dari basa lemah dan asam kuat. Contoh: NH4NO3, NH4Cl, (NH4)2SO4 dan lain-lain.
3.              Garam Basa, merupakan garam yang terbentuk dari basa kuat dengan asam lemah. Contoh: NaCN, CH3COONa, K2CO3, KCN, KF, BaCO3 dan lain-lain.
  • INDIKATOR ASAM BASA
Untuk mengetahui suatu larutan bersifat asam atau basa, salah satunya dapat menggunakan indikator asam basa. Indikator asam- basa adalah zat yang mengalami perubahan warna dalam larutan dengan sifat yang berbeda. Indikator asam-basa ada yang berupa indikator alami dan indikator buatan.
1.              Indikator Buatan
Kertas lakmus yang terdiri dari lakmus merah dan lakmus biru merupakan contoh dari indikator buatan. Dalam larutan asam, lakmus biru berubah warnanya menjadi merah, sedangkan lakmus merah tetap merah. Dalam larutan basa, lakmus merah berubah warnanya menjadi biru, sedangkan lakmus biru tetap biru. Jika ke dalam suatu larutan kita masukkan kertas lakmus merah atau lakmus biru dan ternyata tidak terjadi perubahan warna kertas lakmus, maka larutan tersebut bersifat netral.
2.              Indikator alami
Indikator alami merupakan indikator yang berasal dari bahan ala m. Contohnya kunyi, bunga sepatu, daun bayam merah dan daun kubis ungu.

Untuk lebih jelasnya lagi bisa lihat video ini !





Berikut simulasi dari uji Asam, Basa dan Garam :



Larutan Asam-Basa

Lakukan simulasi percobaan uji Asam, Basa dan Garam dengan panduan LKPD Asam Basa Dan Garam berikut ini :








Setelah kamu mempelajari pengertian dan uji asam basa dan garam marilah kita berlatih mengerjakan soal latihan berikut ini :

Setelah mengikuti latihan soal, maka tibalah saatnya kita ulangan materi Asam Basa dan Garam. Klik disini untuk menuju laman ulangan, lalu masukkan username dan password yang sudah saya berikan dikelas.

Minggu, 16 April 2017

SELAMAT DATANG



WELCOME TO "SCIENCE FOR FUN", HAVE FUN WITH SCIENCE.
SELAMAT DATANG DI BLOG DI PEMBELAJARAN IPA UNTUK SMP. SEMOGA BERMANFAAT BAGI SEMUANYA. ☺☺☺

Search This Blog